"Targetnya perbaikan jalan rusak tahun ini harus lebih dari tahun kemarin. Kalau tahun kemarin 42 Km, tahun ini harus lebih dari 42 kilometer," kata Wako Agung, belum lama ini.
Ia menjelaskan, perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus utama Pemko Pekanbaru pada tahun 2026. Anggaran untuk mendukung program tersebut telah disiapkan dan masuk dalam APBD tahun berjalan.
Sementara itu untuk penanganan banjir, menurut Agung saat ini sudah sesuai kewenangan pemerintah kota. Namun penanganan tidak terhenti di sana karena butuh koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
"Agar penanganan banjir bisa optimal, sebab penanganan banjir ini butuh koordinasi dengan semua pihak," ungkapnya.
Ia memastikan bahwa beberapa wilayah yang direndam banjir airnya sudah surut. Tapi ia tidak menampik curah hujan yang tinggi dengan waktu yang cukup lama membuat sejumlah wilayah direndam banjir.
"Tapi alhamdulillah saat ini air lebih cepat surut. Beberapa jam saja air sudah surut," kata Wako.
Walaupun demikian, Agung memastikan penanganan banjir di Kota Pekanbaru terus berlanjut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, terus melakukan normalisasi drainase dan sungai.
Di awal kepemimpinan Agung, salah satu kebijakannya yang mendapat dukungan penuh dari masyarakat adalah kebijakan Pemko Pekanbaru yang resmi menurunkan tarif parkir tepi jalan umum mulai 20 Februari 2025 melalui Perwako Nomor 02 Tahun 2025. Tarif roda dua turun menjadi Rp1.000 dan roda empat menjadi Rp2.000 per sekali parkir.
"Kebijakan ini bertujuan meringankan beban warga dan berlaku di seluruh area parkir umum,"kata Agung.
Permasalahan sampah juga menjadi salah satu hal yang berhasil diselesaikan Agung.Pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru per 2026 menunjukkan perbaikan signifikan dengan klaim 80% masalah terselesaikan melalui pemberdayaan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di tingkat kelurahan dan pengangkutan mandiri. Fokus saat ini adalah penataan TPA, pengurangan sampah dari hulu, dan rencana pembangunan PSEL (Pengelolaan Sampah Energi Listrik) berkapasitas 1.215 ton/hari.
Di bidang Pendidikan, Agung juga melahirkan banyak kebijakan yang berguna meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui Beasiswa S1 hingga S3, termasuk bagi Hafiz Al-Qur’an. Kemudian program Zero Putus Sekolah yang berhasil menjaring 1778 anak dengan berbagai latar permasalahan dan mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan. Disamping juga membantu administrasi ijazah yang tertahan disekolah dan membantu perlengkapan sekolah.
Sementara itu guna menyukseskan wajib belajar 13 tahun pemerintah kota Pekanbaru telah mewujudkan pemenuhan 1 PAUD 1 kelurahan dengan menginterasikan pada layanan posyandu serta meningkatkan kompetensi kader dengan mengadakan pelatihan kader posyandu yang menjadi bagian dari strategi menekan angka stunting dan memperkuat kualitas generasi mendatang.
Dari sisi tata kelola keuangan, Agung - Markarius berhasil melunasi warisan utang senilai Rp467 miliar, dan berhasil meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak, retribusi dan pendapatan sah lainnya dengan capaian sekitar Rp1,3 triliun.
Dimasa satu tahun kepemimpinannya ini, Walikota Pekanbaru Agung Nugroho juga sudah menerima penghargaan peringkat dua nasional pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Pemerintah Pusat atas keberhasilannya dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.
Terkini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho secara resmi meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112. (ADVERTORIAL)