Seribu Ayam Petelur di Lapas Pekanbaru Jadi Sarana Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Kamis, 07-05-2026 - 09:46:47 WIB
BHARABAS MEDIA, PEKANBARU - Suara riuh ayam petelur kini menjadi bagian dari aktivitas harian warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru.
Di balik tembok lapas, mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali keterampilan untuk membangun kemandirian setelah bebas nanti.
Program peternakan ayam petelur yang dikembangkan Lapas Pekanbaru kini menjadi salah satu pembinaan unggulan bagi warga binaan.
Saat ini, sekitar 1.000 ekor ayam petelur produktif dikelola sebagai sarana pelatihan kerja sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Program tersebut menarik perhatian jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Kelas IIA Bangkinang yang melakukan studi tiru ke Lapas Pekanbaru.
Dalam kunjungan tersebut, pihak Lapas Pekanbaru memperlihatkan sejumlah program pembinaan kemandirian, terutama di sektor agrobisnis ayam petelur yang melibatkan warga binaan secara langsung.
“Program pembinaan kemandirian yang kami jalankan diharapkan dapat menjadi referensi dan memberikan manfaat bagi pengembangan program serupa di Lapas Bangkinang,” ujar Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto dikutip Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, program pembinaan produktif seperti peternakan ayam tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
Sementara itu, Kepala Seksi Giatja Lapas Bangkinang, Jefriandy Gultom mengaku mendapatkan banyak masukan dari program yang dijalankan Lapas Pekanbaru.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan banyak wawasan bagi kami. Kami berharap hasil dari studi tiru ini dapat kami implementasikan guna meningkatkan kualitas pembinaan di Lapas Bangkinang,” ungkapnya.
Selain berdiskusi, rombongan juga meninjau langsung area peternakan ayam petelur yang dikelola warga binaan.
Kegiatan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman dan inovasi antar lembaga pemasyarakatan dalam mengembangkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. (rls/pri)
Komentar Anda :