Di Tengah Tekanan Global, Ekonomi Riau Tetap Tumbuh 4,89 Persen
Rabu, 06-05-2026 - 10:22:28 WIB

TERKAIT:
   
 

BHARABAS MEDIA, PEKANBARU - Perekonomian Provinsi Riau pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 4,89 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Data ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Riau.


Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, menyampaikan bahwa nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau atas dasar harga berlaku mencapai Rp317,14 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp152,45 triliun.


“Perekonomian Riau pada triwulan I-2026 tumbuh sebesar 4,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih terjaga dengan baik,” ujar Asep dalam siaran pers nya yang diterima Rabu (06/05/26).


Ia menjelaskan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha jasa lainnya yang mencapai 13,87 persen.


Selain itu, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 13,67 persen serta jasa pendidikan sebesar 10,37 persen.


“Lapangan usaha jasa lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,87 persen, diikuti penyediaan akomodasi dan makan minum serta jasa pendidikan yang juga tumbuh dua digit,” jelasnya.


Sementara itu, sektor industri pengolahan yang menjadi tulang punggung ekonomi Riau tetap menunjukkan kinerja solid dengan pertumbuhan 6,21 persen. Sektor perdagangan juga tumbuh 6,54 persen, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 4,23 persen.


Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen impor luar negeri yang mencapai 66,31 persen, diikuti konsumsi pemerintah sebesar 18,36 persen serta pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 9,95 persen.


“Dari sisi pengeluaran, komponen impor luar negeri mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 66,31 persen, diikuti konsumsi pemerintah dan investasi yang juga tumbuh cukup tinggi,” kata Asep.


Meski secara tahunan tumbuh positif, secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Riau mengalami kontraksi sebesar 0,33 persen dibandingkan triwulan IV-2025.


Asep mengungkapkan, kontraksi terdalam terjadi pada sektor transportasi dan pergudangan sebesar 10,50 persen, disusul pengadaan listrik dan gas sebesar 8,21 persen serta real estate sebesar 6,15 persen.


“Secara q-to-q, ekonomi Riau mengalami kontraksi sebesar 0,33 persen. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan aktivitas pada beberapa lapangan usaha, terutama transportasi dan pergudangan,” ungkapnya.


Dari sisi pengeluaran, kontraksi terjadi pada konsumsi rumah tangga yang turun 2,06 persen dan ekspor luar negeri yang turun 6,23 persen.


Namun demikian, ekonomi Riau tanpa migas justru menunjukkan performa lebih baik dengan pertumbuhan 5,86 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,59 persen.


“Jika dilihat tanpa migas, ekonomi Riau tumbuh 5,86 persen, ini menunjukkan penguatan pada sektor-sektor nonmigas,” tambah Asep.


Secara struktur, perekonomian Riau masih didominasi oleh lima sektor utama, yakni industri pengolahan sebesar 29,44 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 27,55 persen.


Lalu, pertambangan dan penggalian sebesar 17,07 persen, perdagangan sebesar 10,26 persen, serta konstruksi sebesar 9,43 persen. Kelima sektor ini menyumbang hingga 93,75 persen terhadap total ekonomi Riau.


Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi kontributor terbesar dengan porsi 33,47 persen, diikuti PMTB sebesar 31,60 persen dan ekspor luar negeri sebesar 28,53 persen.


Secara spasial, kontribusi ekonomi Riau terhadap perekonomian nasional mencapai 5,14 persen. Dengan capaian tersebut, Riau tercatat sebagai provinsi dengan PDRB terbesar keenam di Indonesia dan terbesar kedua di luar Pulau Jawa.


“Kontribusi Riau terhadap ekonomi nasional mencapai 5,14 persen, menjadikan Riau sebagai salah satu motor penting perekonomian Indonesia,” tutup Asep. (rls/pri) 




 
Berita Lainnya :
  • Di Tengah Tekanan Global, Ekonomi Riau Tetap Tumbuh 4,89 Persen
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Magang PHR Batch 9: Peluang Belajar, Berkarya, dan Berkontribusi
    02 Gali Potensi Pajak, Plt Gubri Serahkan Data Kendaraan Yang Masih Menunggak Pajak Di Kampar
    03 Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
    04 Plt Gubernur Riau Instruksikan Kadis PUPR dan Kepala UPT Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan
    05 PT Pegadaian Dinobatkan Sebagai Best Company to Work For in Asia Untuk Kedelapan Kalinya
    06 BRI Cabang Perawang Apresiasi Langkah APH Usut Dugaan Fraud Kredit di Koto Gasib dan Lubuk Dalam
    07 JPU KPK: Keterangan Saksi Mahkota Pertegas Dakwaan Korupsi Abdul Wahid
    08 SF Hariyanto Minta Wako Pekanbaru Data Galian C, Sangat Disayangkan Jika Tak Masuk PAD
    09 Tak Hadir Ujian CAT, Dua Calon Anggota KPID Riau Dipastikan Langsung Gugur
    10 Nokia dan Indosat Kolaborasi dalam Meningkatkan Jaringan 5G di Indonesia serta Hadirkan Layanan Berbasis AI
    11 Tahun Ajaran Baru, Rahn BRK Syariah Jadi Solusi Cepat Penuhi Biaya Pendidikan Anak
    12 DJP Tegaskan Komitmen Dukung UMKM Naik Kelas Melalui PP Nomor 20 Tahun 2026
    13 CISEM II Resmi Beroperasi, PGN Group Perkuat Konektivitas Infrastruktur Gas Bumi Nasional
    14 Resmi Dilantik, Kepala BGN Nanik S. Deyang Ambil Langkah Moratorium Dapur Makan Gratis
    15
    16 BRK Syariah Perkokoh Fundamental Bisnis, RUPS Setujui Laporan Tahunan dan Penguatan Permodalan
    17 BPBD Siak Siagakan 67 Kampung Gambut Rawan Karhutla
    18 SheHacks Dukung Pertumbuhan UMKM Perempuan Lewat AI
    19 Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHR Berhasil Produksikan 903 BOPD dari Sumur Pungut di Bengkalis
    20 Hari Jadi ke-69 Riau, Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama
    21 PHR Jaga Ketahanan Energi Selaras Dengan Perlindungan Alam Berkelanjutan
    22 Hasil Gotong Royong di Stadion Utama Riau, 1,2 Ton Sampah Dikumpulkan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau