HARI TOILET SEDUNIA
Sanitasi Aman Demi Bertahan Hadapi Perubahan Iklim
Kamis, 19-11-2020 - 15:43:00 WIB
Ilustrasi. Sanitasi aman tidak hanya menyoal kondisi kebersihan bilik toilet. (iStockphoto)
TERKAIT:
   
 

BULETINSATU.com -- Hari Toilet Sedunia diperingati hari ini, Kamis (19/11), dengan tema Sustainable Sanitation and Climate Change. Bila diterjemahkan, tema ini dapat dipahami menjadi 'Sanitasi Aman Berkelanjutan Demi Ketahanan Iklim'.

Isu perubahan iklim memang akan terus menjadi topik penting bagi kelangsungan hidup. Hanya saja, perlu ada inisiatif untuk membuatnya terus diperbincangkan.

"Keduanya (sanitasi dan perubahan iklim) tampak tidak saling berhubungan tapi sebenarnya ada hubungannya. Pada 2050 perubahan iklim diperkirakan dampaknya cukup besar," kata Tri Dewi Virgiyanti, Direktur Perkotaan Perumahan dan Permukiman, Kedeputian Bidang Sarana dan Prasarana, Bappenas, dalam webinar bersama USAID IUWASH PLUS, Rabu (18/11).

"Kita mulai merasakan perubahan iklim, cuaca, kemudian beberapa bulan basah malah kering atau kebalikannya."

Tri kemudian menjelaskan bahwa perubahan iklim ini membawa tantangan dalam pembangunan infrastruktur terkait sanitasi. Banjir maupun kekeringan mempengaruhi kinerja layanan sanitasi maupun perilaku masyarakat.

Ia berkata, banjir di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) membuat IPLT tidak bisa beroperasi dengan baik, intrusi air laut mempengaruhi proses kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), banjir merusak toilet dan terjadi penyebaran tinja.

Tidak hanya banjir, kondisi kekeringan pun bisa mengganggu sanitasi karena sulit ketersediaan air untuk membilas dan flushing.

Di sisi lain, manusia bisa menghadapi perubahan iklim dimulai dari toilet aman.

Sebagaimana dikutip dari laman World Toilet Day, secara global, 80 persen air limbah yang dihasilkan masyarakat mengalir kembali ke ekosistem tanpa diolah atau digunakan kembali.

Air limbah dan lumpur toilet mengandung air, nutrisi, dan energi yang berharga. Sistem sanitasi berkelanjutan pun mengolah limbah secara produktif untuk meningkatkan pertanian dengan aman dan mengurangi serta menangkap emisi untuk energi yang lebih hijau.

Dari sini, bisa dipahami bahwa sanitasi aman tidak hanya menyoal kondisi bilik toilet di lingkungan Anda tetapi juga pengelolaan lumpur tinja dan air limbahnya. Tanpa pengelolaan yang baik, rencana menghadapi perubahan iklim hanya sekadar isapan jempol belaka.

"Masyarakat merasa toilet mereka sudah aman, tidak kotor, septic tank tidak bau, padahal belum tentu aman jika air limbah dan lumpur tinja belum terolah dengan baik," kata Tri.

Dalam kesempatan yang sama, Adri Ruslan, Senior Specialist On-Site Sanitation USAID IUWASH PLUS, menyebut masyarakat menilai toilet sehat dan aman hanya pada bangunan atas saja.

Padahal bangunan bawah alias tangki septik dan pengelolaannya juga harus diperhatikan. Toilet bakal terbilang aman jika berdampak baik ke lingkungan.

Tanpa disadari, kata Adri, rumah tangga dapat menjadi penghasil limbah dan berisiko mencemari lingkungan.

"Bayangkan rumah Anda tidak memiliki tangki septik yang sesuai standar, bakal ada miliaran bakteri merembes ke tanah dan mencemari sumber air," paparanya.

Pengelolaan Belum Optimal
Tidak hanya itu, Indonesia juga masih memiliki segudang pekerjaan rumah terkait infrastruktur pengelolaan limbah dan lumpur tinja.

Dari data yang diolah Bappenas, hingga 2019 hanya 196 kabupaten/kota yang memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD). Kemudian hanya 255 kabupaten/kota yang memiliki IPLT.

Namun, tidak semua beroperasi optimal karena inisiatif masyarakat untuk menyedot tinja secara rutin juga rendah.

Tri menambahkan bahwa sebenarnya ada layanan sedot tinja dari swasta tetapi pengolahannya belum maksimal dan malah membuang lumpur tinja ke badan air semisal sungai.

Melihat kondisi ini, Kristin Darundiyah, Kasie Pengamanan Radiasi, Subdit Pengamanan Limbah dan Radiasi, Dit. Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, berkata pola pikir masyarakat perlu diubah sehingga terus dilakukan upaya promosi dari pemerintah melalui Kemkes.

Bertepatan dengan Hari Toilet Sedunia, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan aspek buangan selain aspek asupan. Aspek buangan jangan sampai berkontribusi terhadap kontaminasi lingkungan. Toilet aman, lanjutnya, juga termasuk dasar kehidupan.

"Ada 250 ribu lebih kasus diare, malnutrisi, malaria, ini menunjukkan perlu intervensi lintas sektor untuk mengendalikan angka tersebut," kata Kristin

Senada dengan Kristin, Adri pun sepakat bahwa perlu peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya toilet yang aman.

Aman, lanjutnya, meliputi penggunaan tangki septik yang kedap udara, penyedotan rutin 2-3 tahun sekali, sekaligus perawatan secara berkala. Di lapangan, Adri mengaku masih menemukan akses toilet sudah dilengkapi tangki septik.

Hanya saja, persoalan ternyata juga timbul dari kalangan tukang yang mengerjakan tangki. Para tukang masih minim pengetahuan tangki septik standar sehingga peningkatan kesadaran masyarakat perlu diimbangi dengan pengetahuan para tukang sebelum pembangunan.

"Kami melakukan pelatihan ke tukang-tukang sekaligus melihat pembangunan selama ini seperti apa. Ada banyak yang belum paham cara membangunnya, apa yang harus dilengkapi," ujarnya. (CNI)



 
Berita Lainnya :
  • Sanitasi Aman Demi Bertahan Hadapi Perubahan Iklim
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 BRK Syariah Dorong Optimalisasi Payroll PPPK, Perkuat Peran BUMD bagi Ekonomi Daerah
    02 Pertamina Kilang Dumai Dukung Mahasiswa Melek Energi dan Lingkungan Lewat Pertamina Goes to Campus
    03 Response Cepat PHR Tangani Karhutla di Sekitar Wilayah Operasi
    04 Pemprov Riau Siapkan Rakor Bersama Seluruh Desa, Perkuat Komitmen Penanganan Karhutla
    05 Melalui REF 2026, BI Riau Dorong Pertumbuhan Ekonomi Solid dan Percepatan Digitalisasi
    06 Meski Karhutla Terkendali, Plt Gubri Berharap Semua Pihak Jangan Lengah dan Tetap Waspada
    07 Pemprov Riau dan BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Digital
    08 BRK Syariah Perluas Pilihan Masyarakat dalam Bertransaksi Keuangan
    09 Cabang BRK Syariah Pekanbaru dan Komjaki Riau Dorong Inklusi Keuangan Syariah
    10 Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Terima Penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah 2026
    11 Tetap Gelar Turnamen di Tengah Kabut Asap, Dispora Riau Dinilai Abaikan Kesehatan Anak-anak
    12 Kelompok Masyarakat Alam Tani Bersama Kilang Pertamina Dumai Tanam 1000 bibit Kopi Robusta
    13 Program Bedelau BRK Syariah Kembali Manjakan Nasabah, Julpono Iskandar Bawa Pulang Beragam Perabot dan Alat Elektronik
    14 Plt Gubri SF Hariyanto Dorong Kolaborasi Perusahaan untuk Penanggulangan Karhutla
    15 Apresiasi Prestasi Paskibraka Nasional Asal Inhil, BRK Syariah Salurkan Bantuan Biaya Pendidikan
    16 Kebakaran Lahan Gambut Kerumutan Tembus 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjuang
    17 SF Hariyanto Lantik Komisioner Komisi Informasi Riau
    18 Pertamina Patra Niaga Raih Predikat Bintang 5 dan Boyong Penghargaan di Ajang ISEA 2026
    19 Mubes Pertama Serikat Pekerja BRK Syariah Sukses, Siap Dukung Kemajuan Perusahaan
    20 Presiden Prabowo Apresiasi Sinergi Penanganan Karhutla Riau, Plt Gubri SF Hariyanto Sampaikan Terima Kasih
    21 Cegah Karhutla Meluas, Prabowo Instruksikan Edukasi Masyarakat
    22 Pantau Dampak Karhutla, Data Kualitas Udara Kini Bisa Dipantau di Videotron Kediaman Gubernur Riau
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau