Indosat, Wadhwani, dan Kemnaker Teken MoU Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia melalui AI
Minggu, 24-05-2026 - 08:24:27 WIB

TERKAIT:
   
 

BHARABAS MEDIA, JAKARTA – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), dan Wadhwani Foundation menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kolaborasi Penguatan Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional pada 5 Mei 2026 di Jakarta. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pelatihan kecerdasan artifisial (AI), keterampilan digital, dan kewirausahaan bagi tenaga kerja Indonesia melalui integrasi ekosistem SIAPKerja, platform pembelajaran Wadhwani Foundation, serta dukungan konektivitas dan ekosistem teknologi Indosat.


Melalui kolaborasi ini, pelatihan akan diperluas ke jaringan 24 Balai Latihan Kerja (BLK) Kemnaker RI melalui integrasi platform AI milik Wadhwani Foundation, yaitu JobReady dan Genie AI, ke dalam ekosistem SIAPKerja Kemnaker RI. Integrasi ini akan memperkuat kesiapan kerja peserta melalui career guidance yang lebih personal, pembelajaran adaptif berbasis AI, serta modul skilling yang dirancang sesuai dengan kebutuhan industri terkini. Selain mendukung pencari kerja, inisiatif ini juga mendorong pengembangan kewirausahaan digital sebagai bagian dari upaya mempercepat realisasi komitmen Indosat dan Wadhwani Foundation dalam memberdayakan 1 juta talenta digital dan 100 ribu wirausahawan Indonesia melalui pelatihan berbasis teknologi.


Aspek inklusivitas menjadi salah satu pilar utama dalam MoU ini. Ketiga pihak berkomitmen untuk menyediakan aksesibilitas dan akomodasi yang layak bagi tenaga kerja penyandang disabilitas di seluruh BLK Kemnaker RI, dengan modul pelatihan yang dapat disesuaikan berdasarkan ragam disabilitas peserta. Indosat bertanggung jawab atas dukungan aksesibilitas digital, sementara Wadhwani Foundation menyiapkan modul berbasis plug-and-play yang adaptif.


Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menyebut bahwa dunia kerja saat ini tengah mengalami transformasi yang sangat cepat akibat disrupsi teknologi, digitalisasi, dan perubahan kebutuhan industri yang menciptakan kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan pasar kerja. Ia menambahkan bahwa meskipun Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, tanpa intervensi yang tepat potensi tersebut dapat berubah menjadi beban, sehingga kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab tantangan tersebut. Oleh karena itu, kesepahaman bersama yang ditandatangani merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pendekatan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi.


Vikram Sinha, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menyatakan kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari komitmennya dalam memastikan demokratisasi AI di Indonesia. “Di Indosat, kami percaya teknologi harus terus berkembang untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat. AI bukan hanya tentang inovasi, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat membuka lebih banyak peluang, menghadirkan pengalaman yang lebih relevan, dan menciptakan manfaat nyata bagi pelanggan serta generasi muda Indonesia. Semangat #LebihBaikIndosat mendorong kami untuk terus berevolusi, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan membangun hubungan yang lebih erat dengan para pelanggan,” ujarnya.


Meetul B. Patel, President Wadhwani Entrepreneurship, menekankan pentingnya relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja nyata. "Dengan integrasi ke SIAPKerja dan dukungan 24 BLK Kemnaker, kami bisa menjangkau jutaan anak muda di seluruh penjuru Indonesia secara terukur. Keterampilan yang dilatih adalah keterampilan yang benar-benar dicari dunia industri saat ini, bukan tren kemarin," katanya.


Secara implementatif, ketiga pihak akan menjalankan peran yang saling melengkapi untuk memastikan program dapat berjalan terukur dan berkelanjutan. Kemnaker RI akan memperkuat pelaksanaan melalui dukungan kebijakan, ekosistem ketenagakerjaan nasional, serta pemanfaatan jaringan 24 Balai Latihan Kerja (BLK). Wadhwani Foundation akan mendukung dari sisi kurikulum, Learning Management System (LMS), serta platform JobReady dan Genie AI. Indosat akan memperkuat program melalui dukungan konektivitas, ekosistem teknologi, serta pengembangan kapasitas digital dan inkubasi bisnis bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM), mulai dari TKM Pemula hingga TKM Lanjutan.


Kolaborasi ini langsung diimplementasikan melalui Workshop Kewirausahaan berbasis AI yang berlangsung secara daring pada 10–14 Mei 2026. Sebanyak 8.744 peserta dari lebih dari 20 daerah di Indonesia mengikuti pelatihan dan melahirkan lebih dari 1.200 ide usaha baru yang siap dikembangkan menjadi bisnis nyata dan berkelanjutan. Dari inisiatif tersebut, diproyeksikan akan tercipta sekitar 3.000 hingga 5.000 lapangan kerja baru dalam beberapa tahun ke depan sebagai kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi dan kewirausahaan nasional. Sebagai bentuk pengakuan kompetensi, peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan akan memperoleh sertifikat kolaboratif dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Wadhwani Foundation yang diakui secara nasional maupun global.


Pelatihan AI dan kecerdasan digital dalam program ini tidak hanya ditujukan bagi pencari kerja dan calon wirausahawan, tetapi juga bagi pegawai Kemnaker RI sebagai bagian dari penguatan kapasitas internal dalam menghadapi transformasi dunia kerja. Pelaksanaan program akan dievaluasi secara berkala setiap enam bulan oleh ketiga pihak melalui pendekatan berbasis data. MoU ini berlaku sejak 5 Mei 2026 hingga 2029, dengan kemungkinan perpanjangan berdasarkan kesepakatan bersama. (rls/pri) 




 
Berita Lainnya :
  • Indosat, Wadhwani, dan Kemnaker Teken MoU Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia melalui AI
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Terus Meningkat, Priode Oktober Bapenda Riau Kumpulkan Pajak Daerah Sebesar Rp155 Miliar Lebih
    02 PHE Catat Kinerja Operasional Positif di Triwulan III 2026, Produksi Migas Mencapai 945 Ribu Barel Setara Minyak Per Hari
    03 Syahrial Abdi Paparkan Keberhasilan Penanganan Karhutla Riau di Universitas Riau
    04 Bapak Pembangunan Siak Berpulang, Plt Gubri Sampaikan Belasungkawa
    05 BRK Syariah Tanamkan Nilai Amanah untuk Perkuat Etos Kerja Pegawai
    06 Komisi Informasi Jangan Dimanfaatkan untuk Kepentingan Jahat dan Alat Peras Pengadu
    07 Bukan Sekadar Mengobati, SF Hariyanto Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien dengan Hati
    08 Resmikan Stroke Center, SF Hariyanto Dorong RSUD Arifin Achmad Perkuat Layanan Kesehatan
    09 PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026
    10 Catat! Bapenda Riau Perpanjang Diskon Pajak Angkutan Barang Hingga 31 Desember
    11 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Maknai Peringatan Sumpah Pemuda dengan Prestasi, inovasi dan Kepedulian
    12 Dua Bulan Menuju Tutup Tahun, BRK Syariah Optimalkan Potensi Bisnis
    13 Terus Tumbuh Double-Digit, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi untuk Kembangkan AI
    14 Investasi Riau Capai Rp47,91 Triliun, Serap 41.632 Tenaga Kerja
    15 Pemprov Riau Butuh Anggaran Rp22 Triliun Perbaiki Jalan Provinsi
    16 Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI
    17 Penataan U-Turn SKA Ditargetkan Selesai Desember, Masyarakat Diminta Bersabar Manfaatnya Dirasakan Awal 2027
    18 Plt Gubri Sebut Iskandar Hoesin Sosok Berdedikasi Tinggi Majukan Dunia Olahraga Riau
    19 Sumpah Pemuda 2026: Generasi Muda Harus Patriotik, Gigih dan Berempati
    20 Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
    21 Antisipasi Ancaman Siber, BRK Syariah Gelar Workshop Penanganan Siber
    22 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dan Kilang Balikpapan Salurkan 1.090 Masker KN95 Untuk Warga Kalimantan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau